EVENTS

Semifinal Miss Culinary: Wajib Bikin Menu Sehat Dalam 30 Menit

Semifinal Miss Culinary: Wajib Bikin Menu Sehat Dalam 30 Menit

 

Kemarin (17/11) sebanyak 50 peserta Jawa Pos Miss Culinary with La Tulipe Cosmetiques 2018 mengikuti seleksi untuk mendapatkan 16 tiket menuju babak selanjutnya. Di Tristar Culinary Institute, Novotel Samator Surabaya, kemampuan dan pengetahuan para peserta di bidang kuliner diuji. Pukul 09.00, mereka mengikuti cooking class yang bertema healthy food for a better life bersama Chef Tristar Culinary Institute De Santo Lelolsima. “Masak tak sekadar enak, tapi perhatikan juga kandungan gizinya,” ungkap Chef De Santo.

Selesai kelas tersebut, saatnya cooking challenge. Dalam waktu 30 menit, para peserta harus mengkreasikan menu dengan bahan-bahan, mulai sayur, buah, daging, sarden, hingga bumbu rempah-rempah. Tentu saja, para peserta tidak diberi tahu sebelumnya bahan apa saja yang ada. Masakan mereka dinilai Master Chef Tang Haijie, Chef Thomas Denny, Chef De Santo Lelolsima, dan Chef Yudha Agustian.

Setiap peserta memiliki strategi untuk melibas tantangan memasak. Contohnya, Stephany Ruth Anchilla yang menyiapkan alat memasak terlebih dahulu ketika para kompetitornya sibuk memilih bahan. Lima menit sebelum waktu habis, Ning Surabaya 2017 itu berhasil menyelesaikan masakan yang ia namai Chicken and Sausage Healthy Canapé with Beet Pure. “Karena bener-bener nggak ada bocoran bahannya apa, jadi ya langsung bikin aja, menurut kata hati,” ujarnya. Anida Amirilia Nisa sempat bingung harus memasak apa. Akhirnya, dia memilih wortel, kentang, edamame, dan daging sapi yang diolah dengan berbagai rempah. Saus dalam menu salad shaker dragon hood itu terbuat dari buah naga. Makanannya juga ditempatkan di dalam buah naga.

Kriteria yang dinilai menurut Chef Thomas adalah plating, kebersihan, efektivitas, waktu, dan cara memask. Menurutnya makanan tak hanya dilihat dari penampilannya, tapi juga bagaimana cara mengolahnya. Sebab, perbedaan waktu dalam merebus sayur membuat kandungan gizinya berbeda.

Kepada peserta, para juri kerap bertanya tentang kandungan dalam makanan yang dibuatnya karena harus terdapat banyak kandungan yang menyehatkan badan. “Penilaian sangat detail. Bagaimana peserta meletakkan peralatan masak dan kebersihan menjanya pun dilinai.” kata Chef Thomas.

Presiden Direktur Tristar Group Juwono Saros mengatakan bahwa Jawa Pos Miss Culinary with La Tulipe Cosmetiques 2018 membawa berbagai misi positif. Di antaranya, memperkenalkan kuliner tradisional ke skala lebih luas. Miss Culinary juga harus mmiliki skill memasak yang mumpuni. Ia memastikan, pihaknya bakal terus menjadi pendukung utama. “Untuk menunjang skill, Tristar akan memberikan pelatihan rutih kepada Miss Culinary yang terpilih, seperti cooking class atau demo secara langsung,” paparnya. Miss Culinary juga akan diajak ke beberapa event Tristar seperti pameran, bazar, dan kunjungan ke institute. (ree/ran)

Posted by Fullstop Indonesia