EVENTS

Makeover Total Jelang Grand Final Miss Culinary 2018

Makeover Total Jelang Grand Final Miss Culinary 2018

Venlista Suprapto hanya bisa tertawa pahit sambil menahan diri agar tak menangis saat rambut panjangnya dibabat tim Highstreet hinga sebatas bahu dan di-highlight ungu. Mahasiswi UK Petra tersebut beberapa kali berteriak saaat helai demi helai rambutnya berguguran. “Sebelumnya aku nggak pernah dipotong pendek, diwarnai pun nggak pernah, jadi shock aja harus pendek banget gini. Tapi, kata yang lain ini cocok sama bentuk wajahku,” ungkapnya sambil memerhatikan rambut barunya di cermin.

Sama halnya dengan Venlista, 15 finalis Jawa Pos Miss Culinary lainnya menjalani sesi hair makeover pada Senin dan Selasa (19-20/11) di Highstreet Salon, Ciputra World Surabaya. Penampilan mereka menjadi lebih menarik dan fresh. Founder Highstreet Salon Daniel Ponda Tengker menuturkan, pihaknya sangat bersemangat dalam sesi hair makeover tersebut. Para finalis di-makeover dengan konsep Parisian Brown and Cool Balayage. Yaitu, perpaduan antara terang dan gelap yang dibentuk secara natural lewat teknik lukisan sehingga menciptakan dimensi nyata dan cantik. “Kami ingin membuat perempuan lokal Surabaya menjadi semewah perempuan di kota-kota fashion dunia,” ungkapnya.

Kemarin (21/11) para peserta juga menjajal pengalalamn berpose di depan kamera di Studio Adventure Jl Nginden Intan Tengah. Sesuai temanya, royal high tea x beauty queen, studio dilengkapi dengan tea pot, cangkir, macaroon, anggur, bunga, chandelier, juga kosmetik. “Di sini konsep bisa beragam. Biasanya untuk remaja lebih banyak pakai konsep yang fun, sedangkan dewasa lebih ke glamor,’ kata owner Studio Adventure Caecillia Gunawan.

Dalam sesi pemotretan, finalis menggunakan gaun rancangan Melia Wijaya yang disempurkana dengan classy glam make up dari La Tulipe. Headpiece rancangan G Liem yang bertema classic crown dan fashion crown membuat tampilan peserta makin paripurna. Kemilau Kristal Swarovski dipadu logam mutiara sukses menyita perhatian. “Saya sengaja memberikan headpiece berupa corwn. Untuk crown klasik lebih seperti mahkota kerajaan atau beauty pageant. Lalu untuk fashion crown modelnya gak beda, ada yang silang, tanduk, atau sabit,” ungkap headpiece designer yang sukses menampilkan karyanya di New York Fashion Week 2018 itu.

Persiapan photoshoot bersama NovNov Fashion Graphie dilakukan sejak pukul 06.00 dan baru berakhir pada 18.00. Lelah? Pasti. Tapi momen itu sangat memorable karena fashion stylist ternama Niel Dimitrij turun tangan. Ia sudah menyiapkan moodboard untuk pilihan look para finalis. “Semuanya cantik. Hanya, beberapa belum kenal dengan kelebihannya di depan kamera. Mungkin banyak yang mengira chin up itu oke, tapi ada juga yang lebih bagus saat dia chin down,” papar Niel. Ada tiga karakter yang harus terlihat pada sosok Miss Culinary, yakni smart, profesional, dan mental yang kuat. “Terlihat cantik aja nggak cukup, kalian harus pastikan mudah diingat juri,” imbuh Niel.  

Para finalis juga mulai belajar tentang manajemen waktu. Sebab, untuk mengambil 30 frame close-up, medium, dan wide photo, waktu yang tersedia hanya 20 menit. Belum pengambilan video.

Posted by Fullstop Indonesia