EVENTS

Adu Strategi, Kerja Sama Tim Siap Diuji

Adu Strategi, Kerja Sama Tim Siap Diuji

Rupanya, dalam babak penyisihan tahap kedua Honda BR-V Culinary Race kemarin (16/9), para peserta sudah menyiapkan rangkaian strategi. Salah satunya, tim Lowo Ireng. Ketika tiba di pitstop Majelis Mie, mereka dihadapkan dengan dua tantangan. Pertama, memotong mi menjadi 30 bagian yang sama dengan tusuk gigi dalam waktu 10 detik. Kedua, makan mi dengan cepat.

Surya Irawan, salah seorang anggota tim Lowo Ireng mengaku tidak mengalami masalah dalam kedua tantangan itu. “Jadi, untuk yang memotong mi, kami sudah siapkan strategi. Pertama, disusun dulu secara berjajar, saat start, kita tinggal potong tiga kali udah dapat 30 potong. Dengan strategi itu kami hanya butuh waktu 3-5 detik aja,” ujarnya dengan bangga.

Tim lain yang tak mau kalah beradu trik adalah tim Demit. Di pitstop Melly Roti & Kue, peserta harus menghabiskan donat dilanjut dengan menghias cake dengan bentuk Minions. “Dari delapan donat, kami berhasil menyantap tujuh. Caranya, dua donat dengan taburan meses ditumpuk lalu dipenyet biar lebih tipis. Jadi, lebih cepat melahapnya,” jelas Adi Rahman membeberkan rahasianya.

Berbagi tugas. Itu salah satu strategi yang dilakukan oleh Grup Legen. Tak heran kalau dua punggawanya, Armin Irawan dan Dharmawan Effendi, sukses melibas nasi goreng cumi pedas di Barby’s Bakery and Cafe. Dua orang itu memang penghobi makan pedas di tim-nya. Untuk mempersingkat waktu, keduanya memilih makan muluk (makan tanpa sendok). “Bonek yo muluk, rek,” tukas Dharmawan.

Selain harus pandai menghemat waktu agar bisa lolos ke semi final pada Sabtu (22/9), peserta dituntut untuk kreatif. “Ada tantangan yang mengasah kreativitas. Maka, harus bisa bekerja sama dengan baik di antara rekan se-tim,” kata Mutia Rahma, salah seorang panitia Honda BR-V Culinary Race. Seperti yang berlangsung di Barby’s, peserta harus menghias roti berbentuk huruf menggunakan butter cream.

Beralih ke Captain Hood, peserta harus menghias allo gelato dengan french fries, fish popcorn, dan crispy chicken fillet dalam waktu satu menit. Hasilnya hanya boleh memiliki berat antara 100-120 gram. Tak boleh lebih maupun kurang. “Ini butuh kreativitas sekaligus insting yang kuat,” ujar Henry Pribadi dari tim Jumbo.

Ketangkasan dan kerja sama tim Braver juga diuji dalam menuntaskan tantangan. Ini terlihat ketika peserta diwajibkan “menghajar” ayam goreng dalam waktu 20 detik. “Karena ayam yang kita makan itu bagian sayap dan harus disuapin. Jadi, harus kompak antara yang nyuapin dan yang disuapin,” ungkapnya.

Keseruan berlanjut di Tanamera Coffee Indonesia. Para racer disuguhi tantangan game estafet kopi. Setiap tim wajib mengirimkan tiga wakil. Senjata yang digunakan adalah sendok dan kekuatan gigi. Mereka kemudian diminta untuk memindahkan 15 biji kopi dengan cara menggigit sendok melalui estafet dalam waktu satu menit. “Harus konsentrasi, fokus, dan harus santai. Tapi sayang, tadi kurang cepat,” ujar Aes, ibu berusia 66 tahun. Semangatnya yang tinggi mengantarkan timnya, Ijo Lumut, memindahkan tujuh biji kopi. (nad/zul/xav)

Posted by Fullstop Indonesia