EVENTS

Tegang, Tapi Senang

Tegang, Tapi Senang

Memasuki babak semi final, tantangan Honda BR-V Culinary Race 2018 “kejam”. Kecepatan berpikir dan kekompakan 45 tim yang berlaga di semi final pun semakin dibutuhkan. Meski menegangkan, toh para peserta tetap senang.

Berangkat dari Graha Pena, Surabaya, pukul 09.00 WIB, para peserta yang mengenakan dress code pirates memacu Honda BR-V mereka untuk menemukan lima pit stop di berbagai penjuru Kota Pahlawan. Perjalanan menuju satu lokasi ke lokasi lain tak terlalu terasa melelahkan karena SUV 7-seater tunggangan mereka dilengkap berbagai fitur yang membuat penumpang tetap aman dan nyaman.

Hal itu dibeberkan Ali dari tim Silver Hunger yang baru kali pertama mengikuti Honda BR-V Culinary Race. Dia dan tiga rekannya memanfaatkan fasilitas test drive Honda BR-V untuk beradu cepat dan smart dengan peserta lain. Saat parkir Ali dkk tak kesulitan termasuk di area mal yang biasanya harus melalui tanjakan. “Fitur untuk parkirnya sangat memudahkan serta terhubung dengan Bluetooth dan wifi. Pas tanjakan juga nggak perlu ganti gigi,” kata Ali.  Tim Ali bisa melibas tantangan tanpa hambatan berarti di Rollaas Café City of Tomorrow. Para peserta diminta membuat kopi dengan metode syphon yang dicontohkan barista. Ali dkk cekatan membuatnya. “Saya biasa ngopi,” cetusnya.

Bagas Oktariko dari Genk Gluduk tampak kikuk saat menyeduh kopi dengan metode syphon. “Baru kali pertama bikin kopi kayak gini. Biasanya bikin kopi sachet,” akunya.

Tantangan di Ria Indonesian Restaurant, meracik es campur atau nasi bledeg sesuai foto, nggak kalah bikin deg-degan. Semua bahan harus habis digunakan. “Es campur menatanya lebih sulit, tapi jika dimakan lebih cepat. Bahan nasi bledeg sedikit, tapi makannya lama,” terang Chef Ria Indonesian Restaurant Edi Prasoodjo.

Es campur terdiri atas 14 bahan. Yakni kolang-kaling merah dan kuning, cao, kacang merah, nanas, agar-agar serut hijau, tangkue, kelapa muda, alpukat, es serut, susu cokelat dan putih, kismis, juga daun pandan. Komposisi nasi bledeg adalah nasi putih, sayap ayam bumbu pedas, tahu dan tempe goreng, telur ceplok, plus lalapan.

Tiba di Yamagoya Ramen Tunjungan Plaza 3 lantai 5, peserta ditodong membuat empat lipatan gyoza, snack ala Negeri Sakura. Waktu mereka hanya 45 detik, sementara gyoza yang harus dilipat berjumlah delapan. Demi menyukseskan misi, tim Demitz belajar melipat gyoza saat tim Damar sedang menjalani tantangan. Hasilnya? Tetap gagal. Hukuman bagi yang tak bisa menyelesaikan tantangan adalah bikin yel-yel.

Pit stop Resto Pawon Rempah membuat para peserta kewalahan karena harus “menghajar” sate bawang plus jagung manis dan sambal betutu dalam waktu 2 menit. Eko Prasojo dari tim Paranjare mengaku sudah terbiasa melahap bawang putih dan merah. Tapi, jika disantap bersama sate, “pertama biasa ae, terus begit tak gigit, lha kok semerbak. Gak iso ilang iki ambune (Pertama biasa saja, terus begitut digigit, lha kok semerbak. Tidak bisa hilang ini baunya),” curhatnya, sambil tertawa.

Destinasi terakhir adalah Atlantis Land di Surabaya Timur. Alih-alih melakoni “siksaan” tantang kuliner, mereka diajak memecahkan clue sambil bersenang-senang. Aktivitas pertama, photo rally. Para peserta harus menemukan tokoh, benda, atau hewan sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Setelah mendapatkan 10 petunjuk, mereka wajib mengunggah fotonya di akun Instagram masing-masing dengan tagar yang ditetapkan.

Fahmi dari tim Tekad punya strategi tersendiri. “Kami foto dulu semua yang sekiranya menjadi ikon Atlantis Land. Setelah itu, kami cocokkan dengan clue,” ujarnya.

Kedua, mencari delapan harta karun. Satu tim harus mencari tiga harta karun emas serta lima harta karun berawarna merah, hijau, biru, dan oranye. Ketiga, ingatan peserta diuji dalam tantangan waterboom. Sebelum menaiki wahana air itu, peserta memilih satu kata. Kemudian, kata itu disampaikan kepada petugas di bagian bawah waterboom.

Gimmick seru juga berlangsung di Atlantis Land. Para peserta dituntut untuk menghabiskan dan menebak jenis jamu yang disajikan Jamu Iboe. Satu tahap lagi sudah terlampaui. Babak final akan berlangsung dua pekan lagi. Keseruuan macam apa yang bakal dihadapi para finalis Honda BR-V Culinary Race 2018? Nantikan seri finalnya! (nad/zul/ran)

Posted by Fullstop Indonesia